Jurnal Aksi Nyata Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional

posted in: Aksi Nyata | 0

Pernalkan saya Hipni Rohman dari SMPN 3 Sakerti yang bertugas sebagai Guru Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, saya mengikuti seleksi pendidikan Guru Penggerak angkatan 9 dan Alhamdulillah saya dinyatakan lulus tahap pertama dan berhak mengikuti kegiatan Pendidikan Calon guru Penggerak Angkatan 9 selama delapan Bulan.

Selama mengikuti proses pendidikan di CGP sebagai pembuka saya belajar Modul 1.1 yang berisi membahas tentang Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD), dari modul tersebut banyak sekali hal-hal baru yang saya pelajari terutama tentang Filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara, salah satunya yaitu tentang peran guru terhadap perkembangan pengetahuan dan karakter siswa. Peran guru di sekolah itu tidak hanya memberikan pendidikan kepada peserta didik, akan tetapi lebih dari itu, yaitu peran sebagai “Tuntunan” kepada murid. Menurut pengertian umum, Tuntunan itu adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.  Dan yang paling penting guru itu harus bisa memerdekanan muridnya dalam belajar sehingga mereka bisa belajar dengan Merdeka, guru tidak bisa memaksakan kemampuan muridnya tanpa memperhatikan dua kodrat yang dimiliki oleh murid yaitu kodrat alam dan kodrat zaman.

Setelah saya mempelajari filosofi pendidikan KHD ini, saya mencoba menerapkannya dalam pembelajaran di kelas, Adapun salah satu ide atau gagasan kecil yang saya bangun dalam pembelajaran di kelas adalah terlebih dulu saya memastikan kesiapan mereka untuk siap belajar dan membangun kesepakatan sebelum pembelajaran, selanjutnya perubahan yang saya lakukan dalam pembelajaran yaitu mengoptimalkan penggunaan sarana teknologi yang kami miliki di sekolah yaitu chromebook, tablet dan jaringan internet, adapun jenis kegiatannya seperti mengajak mereka belajar dipadukan dengan beberapa game/kuis atau permainan, hasilnya sangat baik sekali, mereka merasa seru dan bahkan ada beberapa siswa yang ketagihan dan mengajak lagi belajar seperti itu, bahkan ada juga  siswa yang meminta/reques kegiatan yang lebih seru lagi.

Alhamdulillah saya sangat senang sekali melihat respon dari para siswa yang sangat baik sekali, mereka lebih antusias dan bergairah dalam belajar, sehingga hal ini membuat saya menjadi lebih semangat lagi untuk berinovatif dalam pembelajaran di kelas agar murid saya menjadi lebih semangat dan merdeka dalam belajar.

Itulah sekilas mengenai pengalaman saya dalam menerapkan filosofi KHD dalam pembelajaran, mudah-mudahan bisa menjadi bahan inspirasi bagi pembaca khususnya para guru yang selalu ingin bergerak untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *